
Saat ini, antara tahun 2020-2035, Indonesia sedang menikmati bonus demografi. Jumlah populasi berusia produktif, yakni populasi berusia muda hingga dewasa, lebih banyak ketimbang mereka yang non-produktif, yakni anak-anak dan usia lanjut. Dengan banyaknya warga berusia produktif, roda ekonomi bisa bergerak lebih kencang.
Aktivitas bisnis memang sangat dipengaruhi oleh komposisi usia ini. Mereka yang berusia muda memainkan peran vital, termasuk dalam bisnis berbasis pemasaran jaringan.
Terkait dengan isu seputar usia, mereka yang saat ini berusia muda antara lain adalah generasi Millennial, generasi Z, dan generasi Alpha.
Gen Millennial termuda saat ini berusia sekitar 28 tahun, sedangkan yang tertua kira-kira 43 tahun. Generasi ini dalam 20 tahun lagi akan mulai menyusut perannya karena memasuki usia tua. Ini berarti, peran penting di masa depan akan dipegang oleh Gen Z (kelahiran 1997-2012) dan Gen Alpha (kelahiran 2013-2025).
Karena itu, menarik untuk membaca karakter Gen Z dan Gen Alpha dalam kaitannya dengan masa depan bisnis jaringan. Apakah karakteristik mereka sesuai dengan sistem bisnis ini?
Bagikan kisah sukses bisnis,
produk atau event perusahaan Anda
di MY INCOME.ID
Karakteristik Umum Gen Z dan Gen Alpha
Gen Z, yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an, dikenal sebagai generasi yang tumbuh bersama teknologi digital. Mereka sangat akrab dengan media sosial, berorientasi pada keberlanjutan, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap isu sosial. Dalam hal pekerjaan, Gen Z cenderung menghargai fleksibilitas, keseimbangan antara hidup dan kerja, dan peluang pengembangan diri.
Sementara itu, Gen Alpha, generasi yang lahir setelah 2010, merupakan digital natives sejati. Mereka lahir dan tumbuh dalam dunia yang sepenuhnya sudah terkoneksi jaringan internet dan memiliki ekspektasi tinggi terhadap pengalaman digital yang mulus. Gen Alpha lebih individualistis dan menuntut pendekatan yang lebih personal dalam interaksi.
Apakah MLM Kompatibel dengan Gen Z dan Gen Alpha?
Multi-Level Marketing (MLM) adalah sistem pemasaran jaringan yang mengandalkan interaksi sosial untuk menjual produk dan merekrut anggota baru. Karakteristik utama MLM mencakup penekanan pada hubungan interpersonal, struktur hierarkis, dan pola kerja berbasis hasil.
Bagi Gen Z, yang menghargai koneksi autentik dan transparan, MLM akan dianggap kurang menarik karena stigma buruk yang melekat pada praktik bisnis ini. Gen Z cenderung skeptis terhadap model bisnis yang mereka anggap tidak etis atau tidak transparan.
Namun, aspek fleksibilitas kerja dalam MLM bisa menarik perhatian mereka, terutama jika didukung dengan pelatihan yang jelas dan peluang pengembangan diri dan keterampilan.
Gen Alpha, di sisi lain, mungkin akan kesulitan memahami model bisnis MLM karena mereka lebih terfokus pada pendekatan berbasis teknologi dan gamifikasi. Sistem hierarkis MLM yang kaku kurang sesuai dengan pola pikir mereka yang menuntut kecepatan, kreativitas, dan kebebasan dalam berkarya.
Berikutnya: Tantangan MLM untuk Menarik Minat Gen Z dan Gen Alpha